
Surakarta (08/07/2026) Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. Hafidah, M. Ag menjadi narasumber dalam Diskusi Nasional Forum Penjaminan Mutu PTKI dengan tema “Sistem Akreditasi Nasional: Membangun Budaya Mutu PTKI Unggul”. Kegiatan kerjasama LPM IAIN Fattahul Muluk Papua bersama Forum Lembaga Penjaminan Mutu PTKI ini diselenggarakan secara daring yang diikuti oleh civitas akademika IAIN Fattahul Muluk Papua dan pimpinan LPM PTKIN se-Indonesia. Pada kesempatan ini Dr. Hafidah, M. Ag mempresentasikan tentang Sistem Akreditasi Nasional (SAN) berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2026 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
Mengawali presentasinya, Hafidah menjelaskan bahwa sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi ada 2, yaitu SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) dan SPME (Sistem Penjaminan Mutu Eksternal). SPMI dilaksanakan oleh perguruan tinggi secara otonom, melalui siklus penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan standar. Sedangkan SPME adalah rangkaian unsur dan proses yang saling berkaitan dan tersusun secara teratur dalam rangka menjamin dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui Akreditasi. (Permendiktisaintek 39 2025 Pasal 1. Akreditasi dilaksanakan mengacu pada Standar nasional pendidikan tinggi (SN Dikti) untuk menentukan kelayakan dan menentukan tingkat mutuu program studi atau perguruan tinggi. Program studi wajib memiliki status terakreditasi pertama, terakreditasi, atau terakreditasi untuk meluluskan mahasiswa dan menerbitkan ijazah.
.

Selanjutnya diuraikan tentang Sistem Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (SAN Dikti). Dalam hal ini, Ketua LPM menyebutkan kriteria penilaian mutu pendidikan tinggi terdiri dari 4 kriteria yang disingkat CRAM, yaitu Budaya Mutu (culture), Relevansi (relevance) tridharma, Akuntabilitas (accountability), Diferensiasi Misi (Mission). Kriteria 1: Budaya Mutu mencakup bagaimana perguruan tinggi menumbuhkembangkan dan melaksanakan secara konsisten budaya peningkatan mutu secara berkelanjutan, dan bagaimana efektifitas fungsi SPMI dan komitmen institusi dalam menjalankan penjaminan mutu internal. Kriteria 2: Relevansi pendidikan adalah bagaimana perguruan tinggi mengembangkan program pendidikan yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan dunia industri dalam lingkungan lokal, nasional, maupun global. Relevansi penelitian adalah bagaimana perguruan tinggi mengembangkan program penelitian dengan sasaran strategis pengembangan keilmuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan industri. Relevansi pengabdian kepada masyarakat adalah bagaimana perguruan tinggi mengembangkan program pengabdian kepada masyarakat yang didasarkan pada pengembangan kepakaran dan kapasitas lembaga untuk menjawab tantangan kebutuhan masyarakat dan industri pada linkgungan lokal, nasional, dan global. Kriteria 3: Akuntabilitas yaitu bagaimana perguruan tinggi menunjukkan akuntabilitas pengelolaan lembaga secara otonom dalam aspek organisasi, keuangan, SDM, dan akademik. Kriteria 4: Diferensiasi misi, yaitu perguruan tinggi diberikan ruang untuk memilih fokus tridharma. Hal ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan sumber daya yang terbatas, meningkatkan relevansi dengan kebutuhan eksternal, dan menajamkan strategi keunggulan masing-masing.
Pada bagian akhir, Dr. Hafidah menyebutkan strategi sukses akreditasi nasional dalam rangka mewujudkan PTKI Unggul antara lain: 1) perbaikan data di PD Dikti dan Sister, kemudian sikronisasi data sesuai waktunya. 2) identifikasi syarat perlu unggul, terutama yang kuantitatif. Jika belum terpenuhi maka tetapkan RTL dengan roadmap yang jelas. 3) bentuk tim taskforce sesuai indikator yang relevan dan fasilitasi tim untuk mengerjakan LED berdasarkan instrumen APT 4.1 atau APS 5.1 dalam SAPTO 2.0 dengan memperhatikan kata-kata kunci pemenuhan syarat perlu unggul dan pastikan setiap kata kunci dijawab/dijelaskan agar kita memenuhi kriteria tersebut. (Foto : Zoom Meeting/PILJAMU)
“BERSAMA MEMBANGUN BUDAYA MUTU WUJUDKAN PTKI UNGGUL”
Tingkatkan Mutu Akademik, UIN Madura Gelar Kunjungan Benchmarking ke UIN Raden Mas Said Surakarta
1 pekan yang lalu - Umum