Pada 22 Desember 2022 LPM UIN Raden Mas Said Surakarta di ruang pertemuan gedung rektorat lantai 3 menggelar ekspose hasil AMI sekaligus rapat tinjauan manajemen. Kegiatan ini merupakan akhir dari rangkaian Audit Mutu Internal yang dilaksanakan selama dua bulan, meliputi persiapan dan sosialisasi intrumen, pengisian sipenjamu oleh auditee, assessment kecukupan oleh para auditor, visitasi lapangan dan ekspose hasil AMI sekaligus rapat tinjauan manajemen universitas.
Kegiatan dibuka oleh Rektor Prof. Dr. H Mudofir MPd dihadiri oleh semua dekan dan direktur pasca juga para auditor dan auditee. Dalam laporannya, ketua LPM UIN Dr R Lukman Fauroni bersyukur atas perubahan AMI dari offline ke online, yaitu melalui system informasi penjaminan mutu yang disingkat siipenjamu. Dengan sipenjamu, aspek pengembangan standar mutu akan terrecord dengan baik. Demikian pula pada aspek proses dan pelaporannya menjadi dimudahkan. Prof Mudofir berpesan, transformasi digital merupakan amanah untuk kita implementasikan dalam semua bidang tri dharma yang harus terus dikembangkan. Saya senang kita telah memiliki sipenjamu.
Setelah disampaikan laporan hasil AMI oleh tim LPM, kemudian para Dekan dan Direktur memberikan tanggapan dan masukan atas hasil AMI tahun 2022. Kemdian dilakukan pembahasan untuk ditetapkan rekomendasi perbaikan mutu melalui penetapan program prioritas pada tahun 2023. Laporan AMI menunjukkan bahwa nilai indek yang dicapai oleh setiap UPPS dan program studi menunjukkan standar-standar mana yang telah mencapai nilai indek 3,1 sampai ke 4.0 serta standar-standar yang masih bernilai 3.0 dan ke bawah.
Pemetaan itu merupakan bahan dasar bagi penetapan kebijakan dan penetapan program kerja di setiap UPPS agar dapat memberikan perhatian melalui program kerja pada tahun 2023 terhadap standar-standar 3 ke bawah. Pada tahun 2022 ini sementara, ditetapkan nilai 3 dan di bawah 3 merupakan temuan yang harus mendapat perhatian penuh. Pada AMI tahun 2023 diagendakan ditetapkan nilai 3,3 sebagai nilai terendah.
Temuan-temuan pada tahun 2022 seirama dan ditopang oleh temuan akar masalah, rekomendasi perbaikan dan rencana pencegahan atau pengejawantahan manajemen resiko. Paparan kualitatif meliputi ketiga aspek tersebut, merupakan hal baru yang dikembangkan oleh AMI 2022 via sipenjamu yang akan diperkuat pada AMI-AMI selanjutnya. Dengan penerapan manajemen risiko, diharapkan para pemegang amanah yang terkait langsung dengan standar-standar mutu dapat mempelajari, memahami dan menindaklanjuti dengan tindakan-tindakan korektif melaui program kerja secara bertahap dan berkelanjutan.
Tim LPM UIN Raden Mas Said Surakarta Hadiri Temu Nasional Penjaminan Mutu PTKIN di Padang
1 bulan yang lalu - Umum