Loading...

Indikator Kinerja Utama untuk Penguatan Budaya Mutu IAIN Surakarta

Diterbitkan pada
2 Februari 2020 19:22 WIB

Baca

Pada 27-29 Januari 2020 LPM IAIN Surakarta menyelenggarakan workshop penyusunan IKU IKT di hotel Indah Palace Tawangmangu. Acara dilaksanakan selama 3 hari dengan peserta terdiri dari pimpinan rektorat, dekanat, dan perwakilan program studi dan kepala unit di lingkungan IAIN Surakarta. Acara dibuka langsung oleh rektor IAIN Surakarta, Prof Dr. H. Mudofir, S.Ag., M.Pd. dengan menghadirkan dua narasumber yaitu Dr. Anton Bawono, S.E., M.Si  dan Kholil Lur Rochman, M.Si. Dr. R. Lukman Fauroni, M.Ag  sebagai ketua LPM melaporkan, acara ini merupakan kegiatan awal tahun yang diawali dengan mereview renstra IAIN Surakarta. Perubahan yang cepat di dunia pendidikan tinggi membutuhkan respon yang cepat dan tepat agar laju  IAIN Surakarta on the track. Review renstra dengan berpedoman kepada IKU-IKT sebagaimana yang telah digariskan dalam standar nasional pendidikan tinggi. Dalam arahannya, Prof Dr. H. Mudofir, S.Ag., M. Pd menekankan perlunya pembaharuan dan perubahan di lingkungan kampus IAIN Surakarta yang selalu harus di update sesuai perkembangan kebijakan pusat dan tantangan zaman. Rektor menyambut baik  kebijakan kampus merdeka yang harus diadaptasi secara  cepat dan tepat dalam proses tridarma perguruan tinggi. Rektor mewanti-wanti agar sebagai perguruan tinggi keagamaan negeri, IAIN Surakarta tidak boleh lalai dalam menjaga kualitas proses yang bertumpu pada program studi. “Semoga proses alih status IAIN kita menjadi UIN Raden Mas Said diberi kelancaran kemaslahatan, sehingga  kita  dapat membuka prodi baru yang relevan dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat” imbuhnya. Di hari pertama, Dr. Anton Bawono, S.E., M.Si menyampaikan struktur renstra 2020-2024 harus mengacu kebutuhan LKPS dan LKPT. Tahapan paling awal adalah melakukan analisis internal meliputi SDM; pendidikan dan pengajaran; riset, publikasi, dan pengabdian masyarakat; kemahasiswaan; serta sistem managemen dan sarana prasarana lembaga. Acara dilanjutkan dengan melakukan analisis eksternal yang meliputi lingkungan makro (aspek politik, ekonomi, kebijakan, dll) dan mikro (aspek pesaing, penggunaa lulusan, sumber calon mahasiswa, dll). Acara hari pertama diakhiri dengan diskusi review renstra dengan empat komisi.                 Kholil Lur Rochman, M.Si membahas penyusunan IKU IKT untuk diterapkan dalam renstra institut. IKU IKT merupakan dasar pijakan yang harus disepakai dan ditetapkan agar renstra yang dimiiliki dapat memuat program-program prioritas  yang  berbasis pada  peningkatan  mutu perguruan tinggi.  Setelah di paparakan hal-hal penting dalam penyusunan IKU-IKT, peserta dibagi menjadi 9 tim untuk merancang sasaran strategis dan program prioritas yang didasarkan pada baseline capaian tahun 2019 untuk  diarahkan ke capaian pada tahun 2020 hingga 2024.  Peningkatan budaya mutu di lingkungan program studi  harus seiring dan sejalan dengan peningkatan mutu di tingkat fakultas dan institut.   Dengan pola itu,  target capaian mutu yang ditetapkan akan mejadi lebih mudah. Peningkatan budaya mutu merupakan tanggung jawab bersama, dan akan mudah direalisasi jika dilandasi oleh kebersamaan dan sinergi-kolaborasi.