SURAKARTA – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta selaku Panitia Pelaksana program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) menerima kunjungan penting dari Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh perwakilan Subdit Ketenagaan Diktis Kemenag RI, yaitu Bapak Jajang dan Ibu Aida. Kehadiran tim monev ini disambut hangat oleh jajaran pimpinan universitas dan segenap pengurus LPM UIN Raden Mas Said Surakarta di ruang sentral pelaksana kegiatan.

Sebagai motor penggerak standarisasi kampus, LPM UIN Raden Mas Said Surakarta memosisikan program PKDP ini sebagai instrumen vital. Program ini bukan sekadar pelatihan periodik, melainkan gerbang awal pembentukan karakter, integritas, dan profesionalisme dosen PTKIN.
Sekertaris LPM UIN Raden Mas Said Surakarta Fuad Muhammad Zein, M.Ud. menegaskan bahwa pengawalan mutu dilakukan secara berlapis, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan in-service training, pendampingan on-the-job training, hingga pelaporan akhir.
"Kami di LPM tidak hanya bertindak sebagai fasilitator teknis. Tanggung jawab moral kami adalah memastikan bahwa empat pilar utama PKDP—yaitu kompetensi pedagogik, moderasi beragama, kecakapan digital, dan penulisan karya ilmiah—benar-benar terinternalisasi dalam sanubari dan pola kerja para peserta. Monev dari Diktis ini menjadi cermin objektif atas ikhtiar yang kami lakukan," tegas Sekertaris LPM.
Selama proses monev berlangsung, Bapak Jajang dan Ibu Aida melakukan pemeriksaan yang sangat detail dan substantif. Evaluasi tidak hanya menyasar pada berkas-berkas administratif, tetapi juga mencakup:
· Audit Portofolio Digital: Memeriksa aktivitas peserta pada Learning Management System (LMS) untuk melihat konsistensi interaksi antara peserta dan mentor.
· Evaluasi Output Pendampingan: Meninjau draf artikel ilmiah dan produk pembelajaran yang dihasilkan oleh para dosen pemula selama masa tugas.
· Wawancara Konfirmatorif: Berdialog langsung dengan perwakilan peseta dan dosen pendamping untuk memetakan kendala lapangan yang dihadapi selama program berjalan.
Dalam sesi pemaparan hasil, Bapak Jajang menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap keseriusan LPM UIN Raden Mas Said Surakarta.
"Kami melihat tata kelola PKDP di sirkel Surakarta ini dikonsep dengan sangat matang. Dokumen tertata rapi, dan yang paling penting, ada indikator capaian yang jelas dari setiap tahapan. LPM berhasil menerjemahkan juknis dari Subdit Ketenagaan ke dalam langkah taktis yang adaptif di lapangan," ujar Bapak Jajang.

Di sisi lain, Ibu Aida menyoroti beberapa catatan khusus mengenai implementasi penguatan moderasi beragama yang menjadi salah satu core value Kemenag. Menurutnya, atmosfer akademik di UIN Raden Mas Said Surakarta sangat mendukung terciptanya ekosistem berpikir yang inklusif.
"PKDP adalah investasi jangka panjang Kementerian Agama. Dosen-dosen muda inilah yang akan memegang kendali wajah PTKIN di masa depan. Kami sangat puas melihat bagaimana panitia LPM menyusun skenario pendampingan, sehingga nilai-nilai moderasi beragama tidak hanya menjadi hafalan teori, tetapi juga dipraktikkan dalam penyusunan RPS (Rencana Pembelajaran Semester)," tambah Ibu Aida.
Kegiatan monev yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan penyerahan berita acara hasil evaluasi serta rekomendasi strategis dari Tim Diktis. Seluruh catatan konstruktif yang diberikan oleh Bapak Jajang dan Ibu Aida akan langsung dijadikan bahan dasar bagi LPM untuk melakukan Continuous Quality Improvement (perbaikan mutu berkelanjutan).
Dengan suksesnya agenda monev ini, LPM UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menegaskan komitmennya untuk terus mengawal, mendampingi, dan memastikan bahwa setiap dosen yang lahir dari rahim PKDP di sirkel ini adalah pendidik yang profesional, berwawasan luas, serta siap membawa kampus menuju rekognisi global. (LPM PRESS)
Tingkatkan Mutu Akademik, UIN Madura Gelar Kunjungan Benchmarking ke UIN Raden Mas Said Surakarta
1 pekan yang lalu - Umum