PAPUA – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Raden Mas Said Surakarta berperan aktif dalam penguatan implementasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) melalui Workshop RPL yang diselenggarakan oleh LPM IAIN Fattahul Muluk Papua, Rabu (11/2/2026), bertempat di Hotel @HOM Abepura.

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu LPM UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. Nur Asiyah, S.S., M.A., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa RPL merupakan kebijakan strategis nasional yang harus direspon secara serius oleh perguruan tinggi, khususnya dalam upaya perluasan akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan.
“RPL saat ini mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah pusat, bahkan menjadi salah satu instrumen strategis dalam peningkatan angka partisipasi pendidikan tinggi. Perguruan tinggi memiliki peluang besar untuk menjawab kebutuhan masyarakat melalui skema RPL yang terkelola dengan baik,” ujar Nur Asiyah.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terdapat 150.465 guru dari jenjang PAUD, SD hingga guru mata pelajaran yang belum memiliki kualifikasi pendidikan sesuai bidangnya. Kondisi ini, menurutnya, menjadi peluang besar bagi perguruan tinggi untuk menghadirkan program RPL yang relevan dan berdampak.
“Ini bukan sekadar peluang peningkatan jumlah mahasiswa, tetapi juga bentuk tanggung jawab perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik,” jelasnya.
Namun demikian, Nur Asiyah menekankan bahwa implementasi RPL harus didukung oleh kesiapan internal program studi. Mulai dari pemenuhan standar mutu, kesiapan dokumen akademik, hingga tata kelola yang sesuai dengan regulasi. “RPL tidak bisa dijalankan secara instan. Program studi harus dipastikan layak, siap, dan memenuhi standar mutu agar RPL benar-benar berkualitas dan berkelanjutan,” tegasnya.

Workshop ini dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua, Dr. H. Marwan Sileuw, S.Ag., M.Pd., dan diikuti oleh unsur pimpinan, dekan, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta unsur terkait lainnya. Kegiatan ini bertujuan menyiapkan tata kelola dan dokumen pendukung sebagai langkah awal pengajuan izin penyelenggaraan RPL di sejumlah program studi.
Melalui kegiatan ini, LPM UIN Raden Mas Said Surakarta berharap dapat terus berkontribusi dalam pendampingan dan penguatan sistem penjaminan mutu RPL di perguruan tinggi, khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), guna menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. LPM PRESS (Foto: IAIN Papua)
Tim LPM UIN Raden Mas Said Surakarta Hadiri Temu Nasional Penjaminan Mutu PTKIN di Padang
1 bulan yang lalu - Umum