LPM UIN SURAKARTA – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta resmi memulai rangkaian kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2025 pada Kamis (18/9/2025). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) ini diikuti oleh 44 program studi (Prodi), para auditor internal, serta perwakilan dari berbagai unit kerja di lingkungan kampus.

Pembukaan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Dekan, Wakil Dekan, dan para auditor yang tahun ini bertambah menjadi 114 auditor setelah 78 auditor baru dinyatakan lulus pelatihan. Hadir pula perwakilan dari E Campuz Jogja, Ibu Vera dan Bapak Gilbert, yang memberikan pendampingan penggunaan aplikasi SiPenjamu, sebuah inovasi baru yang memudahkan pelaksanaan audit.
Dalam sambutannya dan laporan dari LPM UIN Raden Mas Said Surakarta yang diwakili oleh Sekretaris LPM UIN UIN Raden Mas Said Surakarta Bapak Fuad Muhammad Zein, M. Ud. menyampaikan bahwa pelaksanaan AMI tahun ini memiliki peran strategis dalam mempersiapkan UIN Raden Mas Said menyambut akreditasi yang lebih tinggi di masa mendatang.
“Semoga penyelenggaraan AMI kali ini semakin mempersiapkan kita menyambut akreditasi dan proses peningkatan mutu ke depan. Dengan audit yang terencana dan sistematis, kita berharap kualitas kampus akan semakin meningkat,” ujarnya

Rektor UIN Raden Mas Said juga Bapak Prof. Dr. H. Toto Suharto, S.Ag., M.Ag. menekankan pentingnya AMI sebagai fondasi untuk menghadapi audit eksternal, baik dari BAN-PT, LAM, maupun lembaga internasional.
“Audit mutu internal bukan sekadar rutinitas. Hasil audit ini menjadi cermin kesiapan kita menghadapi akreditasi eksternal. Seluruh koordinator Prodi harus memahami secara detail data dan aspek yang diaudit agar tidak terjadi perbedaan data antara fakultas, Prodi, dan pusat universitas,” tegasnya
Pada kesempatan tersebut, Rektor juga memaparkan capaian universitas selama dua tahun terakhir. Dari total 46 Prodi yang ada, kini 18 Prodi berhasil meraih predikat unggul, meningkat dari sebelumnya hanya 7 Prodi. Selain itu, UIN Surakarta telah membuka 5 Prodi baru seperti Sains Data, Bisnis Digital, dan Informatika, sebagai respons terhadap kebutuhan pasar dan perkembangan keilmuan.

Selain fokus pada akreditasi, universitas juga mendorong rekognisi internasional bagi mahasiswa dan dosen. Rektor mengingatkan pentingnya program internasional seperti pertukaran pelajar dan kolaborasi penelitian global.
“Mahasiswa harus didorong untuk aktif mengikuti program internasional, sementara dosen perlu memperluas kolaborasi penelitian dengan mitra luar negeri agar hasil publikasi kita semakin diakui,” ungkapnya.
Pelaksanaan AMI tahun ini juga ditandai dengan pendampingan penggunaan aplikasi SiPenjamu, yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi audit. Dengan sistem ini, diharapkan proses audit dapat berjalan lebih cepat, akurat, dan menghasilkan rekomendasi perbaikan yang tepat sasaran.
Di akhir acara, Rektor menyampaikan harapan agar AMI 2025 menjadi langkah awal menuju target besar UIN Raden Mas Said, yaitu mengajukan akreditasi internasional pada tahun 2026. (LPM PRESS)
Tim LPM UIN Raden Mas Said Surakarta Hadiri Temu Nasional Penjaminan Mutu PTKIN di Padang
1 bulan yang lalu - Umum