Loading...

SEMINAR PENGUATAN PARADIGMA KEILMUAN DAN FOCUS GROUP DISCUSSION PERUMUSAN PARADIGMA KEILMUAN

Diterbitkan pada
3 Maret 2016 09:03 WIB

Baca

p nasirPada hari, Rabu tanggal 2 Maret 2016 bertempat di Aula Gedung Pascasarjana IAIN Surakarta, mulai pukul 09.30-12.30 telah diselenggarakan Seminar Penguatan Paradigma Keilmuan, yang dikuti 120 dosen IAIN Surakarta, menghadirkan narasumber Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad. Dip.SEA., M.Phil., Ph.D. Guru Besar UIN Sunan Ampel, moderator Dr Abdul Matin Bin Salman, M.Ag. Pada seminar itu disampaikan pula intisari makalah Dr. Mudhofir Abdullah oleh Dr Muhamad Nashiruddin, M.Ag. tentang Paradigma Keilmuan IAIN Surakarta. Kegiatan ini dilanjutkan dengan Focus Group Discussion pada pukul 13.30-15.30 di ruang Konsorsium Gedung Rektorat lama lantai dua diikuti oleh 13 orang dimoderatori oleh Dr. Toto Suharto, M.Ag. Hadir pada kesempatan ini Prof Akh. Muzakki, M.Ag., Grad. Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., Dr Abdul Matin bin Salman, M.Ag (Warek 1), Dr. Syamsul Bakri, M.Ag. (Warek III), Dr. Ismail Yahya, M.Ag., Dr. Syakirin al-Ghazali, dan lain-lain. Pada kedua kegiatan itu, disepakati hal-hal sebagai berikut:  

  1. Adalah merupakan hal yang penting dan strategis, upaya-upaya konkrit pengembangan paradigma keilmuan di IAIN Surakarta bukan hanya pada level filosofis tetapi juga meliputi level metodologis, strategis dan teknis operasional pada kurikulum IAIN Surakarta, serta pelembagaan proses pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa, hingga profil alumni IAIN Surakarta yang cerdas, shalih, handal, dan berdaya saing tinggi.
  2. Dari 12 makalah tentang pengembangan paradigma keilmuan IAIN Surakarta, yang telah diseminarkan, dipahami hampir kesemuanya masih berada pada tataran filosofis.
  3. Dari makalah-makalah itu ditemukan titik temu bahwa paradigma keilmuan IAIN Surakarta bertumpu pada integrasi relasi trilogi suci: Tuhan, Alam dan Manusia.
  4. Berdasar titik temu itu, disepakati paradigma keilmuan IAIN Surakarta disebut: Gunungan Ilmu, model integrasi IAIN Surakarta
  5. Gunungan Ilmu, model integrasi IAIN Surakarta memiliki makna, mencerminkan kajian keilmuan trilogi:
    1. integrasi keislamaan, keindonesiaan dan kejawaan.
    2. integrasi tauhid, syariah dan akhlak atau aqidah syariah dan akhlak
    3. integrasi iman Islam dan ihsan.
    4. integrasi sains naqliyah insaniyah dan kauniyah
    5. integrasi sains-teknologi dan humaniora.
  6. Di antara alasan dipilihnya Gunungan Ilmu sebagai simbol paradigma keilmuan IAIN Surakarta adalah, kandungan dan makna yang spesifik, khas dan sesuai dengan ekselensi yang telah dan akan dikembangkan oleh IAIN Surakarta, sebagai PTKIN pengembang Islam moderat berbasis kearifan lokal (Islam Jawa) untuk kemajuan bangsa, kesejahteraan umat dan pelestari lingkungan hidup.
  7. Merekomendasikan adanya tim khusus yang di SK-kan oleh rektor untuk meneruskan perumusan paradigma keilmuan sampai level implementatif meliputi aspek metodologi, strategi, pelembagaan strategi, hingga profil lulusan IAIN Surakarta.
  8. Merekomendasikan untuk menetapkan paradigma Gunungan Ilmu dan implementasinya, sebagai salah satu tema penelitian Dosen tahun 2016 dengan tujuan menguatkan dan mengembangkan paradigma keilmuan IAIN Surakarta.
  Surakarta, 3 Maret 2016 Ketua LPM IAIN Surakarta,       Dr. Muh. Nashiruddin, M.A., M.Ag. NIP. 1974202200312 1 003