Loading...

UIN Surakarta Bahas Keadilan Pendidikan Global dan Isu Disabilitas dalam Kuliah Umum Internasional

Diterbitkan pada
19 Juni 2025 18:43 WIB

Baca

mceclip10

UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar Global Insight Lecture Series pada Kamis, 19 Juni 2025, dengan mengangkat tema “The Cultural Contestation and Disability Studies Policies: Navigating Equity in Global Education.” Bertempat di Aula Utama Gedung Fakultas Adab dan Bahasa, acara ini menghadirkan dua narasumber internasional: Dr. Christopher J. Johnstone dari University of Minnesota, Amerika Serikat, dan Dr. Arida Turymshayeva dari Auezov South Kazakhstan University. Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr. H. Zainul Abas, S.Ag., M.Ag., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa UIN Surakarta dan Auezov South Kazakhstan University siap menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah awal dari kolaborasi jangka panjang di berbagai bidang akademik. Bentuk kolaborasi akan dibahas lebih lanjut dalam waktu dekat yang dapat mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, riset bersama, dan pengembangan program internasional yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik global kedua institusi.

mceclip5

Dalam paparannya, Dr. Christopher J. Johnstone menggunakan pendekatan teori field, habitus, dan capital dari Pierre Bourdieu untuk menjelaskan bagaimana isu disabilitas tidak hanya bersifat struktural tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika sosial dan budaya di berbagai konteks. Ia menyoroti tiga ruang kontestasi budaya dalam isu disabilitas—ranah diagnostik, sosial, dan politik—yang menunjukkan bahwa perjuangan kesetaraan sering kali terjadi pada level lokal dan antarpribadi, bukan hanya pada dokumen kebijakan formal. Dengan pendekatan reflektif, Dr. Johnstone mengajak peserta untuk memikirkan bagaimana kekuasaan simbolik dan “kebenaran sosial” terbentuk, serta bagaimana perubahan dapat dimulai dari kesadaran akan ketidaksetaraan yang kerap tidak terlihat.

mceclip0

Sementara itu, Dr. Arida Turymshayeva menyoroti pentingnya inovasi teknologi dalam pendidikan modern serta bagaimana digitalisasi membuka akses yang lebih luas bagi kelompok marginal, termasuk penyandang disabilitas. Ia menekankan bahwa transformasi pendidikan berbasis teknologi bukan hanya soal alat, tetapi juga tentang nilai-nilai inklusivitas, personalisasi pembelajaran, dan penguatan soft skills untuk menghadapi tantangan global. Sebagai Direktur Urusan Internasional di South Kazakhstan University, Dr. Arida juga membagikan praktik baik pengelolaan kemitraan internasional dan program pertukaran, yang dapat menjadi inspirasi bagi kampus-kampus di Indonesia dalam memperluas jejaring dan membangun ekosistem pendidikan tinggi yang kolaboratif dan adaptif. (Wil)